Sabtu, 23 Desember 2017

Goresan Pena 

Sebagai guru PAUD zaman now  ada tantangan tersendiri bagi saya. Di satu disisi Dinas pendidikan tidak mengizinkan pendidikan pra sekolah untuk mengajarkan baca dan tulis secara langsung. Di sisi yang lain tuntutan masyarakat dan sekolah jenjang selanjutnya anak sudah harus sudah  bisa baca tulis.

Nah saya tidak akan mempermasalahkan itu. Bagi saya selama anak-anak asyik, kita mengajarkannya dengan cara yang menyenangkan dan tidak memaksa kan kepada anak maka it's, okay, lanjut saja.

Terus apa hubungannya sama goresan pena?  Oh tentu saja ada goresan pena termasuk dalam tahapan- tahapan menulis. Apa saja yang termasuk tahapan- tahapan menulis?  Kita simak di sini ya....
Menurut Feldman batasan tahapan kemampuan menulis anak usia dini adalah sebagai berikut :
  • Scrible on stage yaitu goresan pena pada kertas. Dalam tahap ini anak membuat gambar ataupun huruf yang terpisah.
  • Copy word, yaitu mencontoh huruf
  • Invented Spelling,  yaitu belajar mengeja. Dalam tahap ini anak mulai menemukan cara mengeja dan menuliskan huruf  sesuai dengan bunyinya
Nah kapan saat nya kita mulai mengajarkan anak mulai menulis?Tentu saja ketika anak-anak mulai muncul  ketertarikkan dengan kegiatan menulis yang bermula dengan membuat coretan gambar, mencontoh huruf,dan  menulis namanya sendiri.

Seberapa kuat goresan pena ini sangat dipengaruhi oleh kekuatan sensorimotor anak. Jadi sebelum kita mengajari anak kita untuk menulis maka sebaiknya kita kuatkan dulu sensorimotornya.

Bagaimana cara menguatkan sensorimotor? Tentu saja dengan stimulasi dan latihan yang kontinue. Beberapa macam latihan penguatan sensorimotor antara lain,  meremas,  memeras, mengocok, memilin, melipat, mengaduk, menyapu, mencuci dan masih banyak lagi. Yang intinya gerakan yang menggunakan kekuatan tangan dan jari. So, jangan panik kalau anak-anak balita belum mau belajar menulis. Biarkanlah mereka melatih sensorimotornya dengan berbagai permainan. 


Sekarang saatnya kita menghargai goresan- goresan pena anak kita. Baik itu di tangan, kaki,  tembok dan semua tempat yang mereka sukai untuk menuangkan ide dan gagasan mereka. Siapa tahu suatu saat nanti mereka akan menjadi penulis hebat.

# Day 27
# 30 DWC jilid 10
# Goresan pena

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku sumber inspirasiku Masih ku ingat betul peristiwa saat itu. Kenangan 10 tahun silam. Jadi anak rantau di kota perindustrian.  Se...