Minggu, 17 Desember 2017

Abi, Ummi Dengarlah Aku, Lihatlah Aku

Setiap kata yang kita sampaikan adalah motivasi yang sangat berarti . Teman-teman pernahkah merasakan tantangan baru?
Bagaimana rasanya menghadapi tantangan baru?
Semangat, optimis, menggebu atau sebaliknya takut, pesimis dan tidak percaya diri. Saya ada diantara kedua itu disatu sisi semangat yang membara dan disisi yang lain merasa mampukah saya untuk menghadapinya.

Disaat-saat seperti inilah dukungan motivasi dan respon dari teman-teman disekitar kita yang akan sangat berpengaruh. Ketika respon positif dan motivasi dilontarkan kepada kita maka semangat akan semakin berkobar. Seperti status yang dibuat di medsos sekedar like tanda jempol tanpa komentar sudah merupakan respon positif yang menguatkan. Sebaliknya ketika mendapatkan kritikkan mungkin akan melemah lunglaikan semangat kita. Tapi bagi seorang pejuang masukkan dan kritikkan adalah tanda cinta yang menginginkan kita untuk lebih maju lagi.
Jadi teringat saat melihat televisi kemarin perjuangan para ninja untuk menyelesaikan tantangannya. Nama acaranya apa ya saya lupa. Yang saya ingat kemarin ada seorang pejuang yang diobstacle pertama bahunya cedera namun karena mendengar dukungan semangat dari penontonnya ia terus berusaha menyelesaikan tantangan dengan sangat tenang dan berhati-hati. Dan akhirnya dapat menyelesaikan tantangannya dengan sisa waktu 7detik saja.

Saya sangat senang sekali kalau mendapatkan masukkan dari siapapun dan tentang apapun yang itu mengingatkan saya untuk lebih baik lagi. Yang paling menyedihkan itu kalau diabaikan tanpa komentar seakan-akan dilirik pun tidak . 
Bagaimana dengan pembaca sekalian? Tentunya juga merasakan hal yang sama. Respon dari lingkungan kita sangat memberikan konstribusi suntikan semangat bagi kita. Jangan disalah artikan kalau kita melakukan sesuatu  ingin dilihat orang lain lho ya.  Karena semua niat perbuatan itu kita kembalikan pada sang kholiq Rabb semesta alam .

Yang ingin saya tekankan disini adalah membangkitkan empati untuk merespon orang-orang disekeliling kita.  Baik dengan respon positif ataupun saran kritik yang membangun.Kalau kita sebagai orang dewasa saja ingin diseperti itu kan tentu saja anak-anak lebih ingin diseperti itukan. Responlah mereka sebelum mereka meminta "abi/ummi dengarkan aku,  lihatlah aku, lihatlah yang aku lakukan ini baguskah?. Karena sejatinya mereka sedang menghadapi tantangan kehidupan mereka. Mempelajari pengalaman baru dalam setiap momen kehidupan mereka .

#day 21
# Suratmi
# 30 DWC jilid 10 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku sumber inspirasiku Masih ku ingat betul peristiwa saat itu. Kenangan 10 tahun silam. Jadi anak rantau di kota perindustrian.  Se...